Mapala

Senin, 24 September 2012
MAPALA, Mahasiswa Paling Lama. Ya, mungkin itu adalah gelar yang melekat di diri saya. 
Bayangin saja, belasan semester dan ratusan SKS sudah saya jalani dengan status mahasiswa, dan saya belum juga berhasil meraih mimpi memegang ijazah dengan logo layar phinisi yang berada dalam lingkaran gelombang.dan memakai toga.
Gara-gara status ini pula, saya jadi punya skill tambahan: pintar ngelesss.
 *.
Misalnya ada yang nanya, "Kamu kuliah kok gak lulus-lulus? Emang ngambil apa sih?"
Saya jawab, "Ngambil hikmahnya aja…."
*
Atau kalau ada adik-adik angkatan yang masih berwajah baru, "Kakak angkatan berapa?"
Saya jawab, "Dua ribu Tua ad'… sambil tersenyum memalingkan wajah (tersimpuh malu)."
*
Ditambah lagi tuntutan orang tua : kapan sih kau diwisuda???, Tuh anaknya si Anu sudah selesai kalau tidak salah kau lebih duluan kuliah daripada mereka. Saya hanya bisa diam tanpa kata.
*
Tapi sebenarnya, tidak lulus dulu adalah pilihan. For your information, saya paling takut dapet gelar "Pengangguran". Di mata saya, sebutan "Mahasiswa" itu lebih enak didengar daripada "Sarjana Pengangguran". Ditambah lagi pepatah dari negeri seberang yang selalu terngiang di telingaku: "Wisuda adalah pengangguran yang tertunda."
Oke… itu aja sih ngeles….Ini saya, sang Tuna-Wisuda, dan cerita saya tentang bertahan hidup di belantara kampus…(less)
*

Makassar=Wanapanca 11.38 WITA, Minggu 23 september 2012

Langit kelabu

Rabu, 01 Agustus 2012
Tak apa jika langitku kelabu sore ini
Jika gerimisku jauh saat ini
Jika malamku penuh dengan badai

Aku baik baik saja Ku hanya ingin sendiri
Hanya habiskan rasa ini
Hanya ingin lukiskan senyummu dalam sepi
Tak apa jika kumenangis saat ini
Jika rindukanmu amat dalam dan perih
Jika harapkanmu ada dan mati

Aku akan baik baik saja
Ku hanya ingin kau mengerti
Ini kurasa dan takkan kuingkari
Kuhanya ingin sendiri
Diam , mengunci bibirku dan sendiri

Ini paradeku, inilah lintasanku dan tentangmu
 Yang takkan pernah kumengerti
Ini ruangku, inilah persimpanganku
Dan semua tetap tentangmu, Tak henti

Ini hatiku, kepingu, tiadamu sunyi
Jadi biarkan kusendiri malam ini dan seterusnya
Tak apa kumenangis, karena ku masih punya hati
Tuk merasa, tuk meminta, tuk memberi
Tuk berharap tuk mencintai dirimu...
Itu saja dan cukup untukku

MAAF

Sabtu, 10 September 2011
Kutak mengerti apa yang ada dalam benakku
andai orang bertanya kepadaku
ada apa dengan semua ini....
mungkian aku hanya menatap mata orang yang bertanya kepadaku
dan mengalihkan pembicaraan

andai orang itu percaya padaku
aku akan katankan padanya.....
"tak ada rasa sedikit pun tuk menyakitimu"
masih adakah senyum untukku
dibatas penantinku yang kini mulai terbata
jika masih ada ruang dihatimu
untukku, sedikit saja, tolong bicaralah......
setidaknnya biar ada tanda yang bisa kubaca dan kuraba
janganlah hanya sepi yang hadir
janganlah hanya hening yang menghampiri
disetiap penyesalan yang kualami
 
namun detik ini kutersadar
bahwa kita berubah entah dunia yang mulai mempermainkan kita
ataukah aku yang terlalu berandai-andai tuk memahami
kau pun berbalik arah seakan-akan menjauh dengan
goresan luka dihatimu atas ulahku

"MAAF"

hanya satu kata itu yang bisa kuucap

SECARIK PUISI UNTUK AYAHKU

Jumat, 30 Juli 2010
Tiap subuh engkau terbangun dalam tidur nyenyakmu
bepergian untuk mencari nafkah buat kami 
pulang pun engkau membawakan kami senyuman 
walau pun engkau lelah, letih kau selalu melangkah tanpa ragu
walau sejuta rintangan engkau lalui 
tetapi semua itu tak nampak sedikitpun mengeluh diraut wajahmu 
demi kehidupan keluargamu
begitu banyak lagi yangg engkau berikan 
begitu banyak pengorbananmu untuk kami 
kami takkan pernah hilang dibenak kami 
demi kami, anak dan keluargamu
engkau rela kehujanan badai pun ikut menerjang 
engkau pun rela kepanasan di tengah-tengah keramaian 
sambil meniup sempritanmu dengan gagah dapat kau terjang 
SuNgguh besaR pengorbannmu AYAH 
aku hanya dapat balaskan budi pekerti 
dan kebaikanku serta sebuah do'a dengan keikhlasan